Skip to content
Agustus 5, 2010 / kazekane

Manusia Bangsat


Seorang gadis cantik berusia 20-an menemui seorang dokter pakar jiwa di ruang prakteknya.
Dokter : “Apa yang bisa saya bantu?”
Gadis : “saya sangat-sangat marah dengan cowo saya, sampai-sampai saya menyebutnya manusia ** SENSOR **”
Dokter : “Kenapa kamu pangil dia begitu? Coba ceritakan.”
Gadis : “Malam minggu kemarin saya pergi kepantai dengannya. Saat mulai gelap, dia memegang tangan saya”
Dokter : “Masa memegang tangan saja dibilang ** SENSOR **, itu tandanya dia tidak ingin melepas kamu. (melihat keluguan gadis itu, si dokter beraksi) Seperti inikah dia memegang tanganmu?”
Gadis : “Ya..seperti dokter memegang tangan saya. Tapi kemudian dia mulai mendekatkan badannya kesaya dan memeluk saya”

Dokter : “Seperti ini dia memeluknya?”
Gadis : “Iya, seperti dokter memeluk saya ini”
Dokter : “Itu tandanya dia ingin selalu berdampingan dengan kamu. Tidak pantas dia dibilang ** SENSOR **”
Gadis : “Abis itu dia mulai menciumi saya dok”
Dokter : “Seperti ini?”
Gadis : “Iya dok.”(sambil tersipu malu)
Dokter : “Kalau sekedar ciuman seperti ini, itu masih wajar. Tandanya ia sayang kamu”
Gadis : “Tapi abis itu dokter, dia memasukkan tangannya kedalam baju saya dan mulai meraba-raba payudara saya”
Dokter : (Semakin Semangat)”Seperti ini?”
Gadis : “Iya..persis seperti cara dokter meraba payudara saya”
Dokter : “Ooo…itu bukan ** SENSOR **. Tandanya ia ingin membelai kamu”
Gadis : “Tapi Dok, kemudian dia mulai menelanjangi saya sampai bugil”
Dokter : “Apa kamu berusaha menolak keinginannya?”
Gadis : “Tidak dok, sebab saya sayang sekali sama dia”
Dokter : (Semakin membara)”Dia melepaskan baju kamu semua seperti ini?”
Gadis : “Iya dok, seperti ini. Dok tolong AC-nya dikecilkan. Dingin”
Dokter : (mengecilkan suhu AC sambil memandangi daerah-2 vital si gadis)”Itu artinya dia ingin mengenali kamu lebih dalam”
Gadis : “Kemudian dia juga menanggalkan pakaiannya dan mulai mencumbui saya sampai kami melakukan itu ..”
…..

…..

Dokter : “Seperti kita lakukan tadikah?”
Gadis : “Iya, seperti tadi”
Dokter : “Itu tandanya dia sangat memerlukan kamu. Kamu jangan panggil dia ** SENSOR **”
(masing-masing mulai mengenakan kembali pakaiannya)
Gadis : “Tapi dok…..”
Dokter : “Kenapa.. kamu diperlakukan seperti apa lagi sama dia”
Gadis : “Dia bilang…”
Dokter : (memotong pembicaraan)”kenapa? Apa dia tidak ingin menikahi kamu, karena kamu sudah tidak perawan lagi?”
Gadis : “Tidak, dia mau menikahi saya. Tapi dia mengaku bahwa dia pengidap AIDS”
Dokter : (terperangah dan panik) “MANUSIA BANGSAAAATTTTT!!!!!”

(Semua pekerja klinik terkejut dgn jeritan doktor pakar jiwa itu.. )

Pesan Moral :
Jangan ambil kesimpulan apalagi tindakan ditengah jalan

selalu dapatkan informasi secara lengkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: