Skip to content
Desember 13, 2010 / kazekane

Wajan dan Tanah


Ketika Budi sedang asik-asiknya baca koran, Wati istrinya mengendap-endap dari belakang dan kemudian memukulkan wajan ke kepala suaminya.
Budi: “Apa-apaan kamu ini??!! Kenapa kepala gua dipukul?”
Wati:“Eh, tadi waktu cuci celana kamu, aku ngeliat ada nama Jesica di secarik kertas. Siapa dia? Kamu selingkuh ya?!!!”
Budi: “Oooohhh…itu. Inget ‘kan waktu aku ke lomba pacuan kuda minggu lalu? Nah, Jesica itu adalah nama kuda. Aku bertaruh untuk kuda itu!”
Wati kayaknya puas dengan jawaban Budi. Ia kemudian meminta maaf pada suaminya dan kembali memasak di dapur. Keesokan harinya Budi kembali membaca koran di ruang tamu. Diam-diam Wati mendekatinya dan — lagi-lagi — memukul kepala Budi dengan wajan.
Budi : “Ada apa lagi, hah????!!!!!”
Wati : “Tadi kudamu nelpon!”

———————————————

Seorang pria tua masuk ke ruangan dokter untuk memeriksa fisik tahunan. Setelah beberapa saat, dokter keluar dan berkata, “Budi , aku minta maaf, tapi kami telah menemukan bahwa Anda memiliki kondisi yang hanya memungkinkan Anda untuk hidup 6 minggu lagi.”

“Tapi, Dokter,” Budi menjawab, “Saya merasa sehat, aku tidak merasa lebih baik dari tahun ini.. Hal ini tidak mungkin benar. Apakah tidak ada yang bisa saya lakukan?”

Setelah beberapa saat, dokter berkata, “Nah, Anda mungkin bisa ke spa kesehatan yang baru di ujung jalan ini dan mandi lumpur setiap hari.”

Budi bersemangat bertanya, “Dan itu akan menyembuhkan saya?”

“Tidak,” jawab dokter, “tapi itu akan membuat Anda terbiasa dengan tanah.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: