Skip to content
Desember 20, 2010 / kazekane

Penyakit Kaki Gajah


Penyakit Kaki Gajah ( Filariasis ) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial yang hidup di dalam saluran limfe / kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan gejala akut dan kronis. (Din Kes HSU: 2007, hal 1)

 

 


Kab. Bekasi merupakan daerah endemis filariasis berdasarkan survey darah jari thn 2004. Kegiatan pengobatan berlangsung selama 5 thn mulai 2008-2012 dengan sasaran +/- 2 jt jiwa dilaksanakan 172 desa dari 187 desa di Kab. Bekasi.

Metode Pengobatan Massal

1). DEC dosis 6 mg/kg BB.

2). Albendazole 1 tablet 400mg/orang.

3). Parasetamol 500mg, 50mg /kgBB.

4). Dosis tunggal, 1 kali/tahun, minimal 5 tahun berturut-turut

Jenis Obat Untuk Pengobatan Massal :

1). Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) : mempunyai reaksi efek samping seperti mual dan pusing yang bisa diatasi dengan meminum obat simtomatis (parasetamol).

2). Albendazole.

3). Obat simtomatis: Parasetamol

Dietilkarbamasin (DEC) tidak diberikan pada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau dalam keadaan lemah, dalam terapi pengobatan medis atau berusia lebih dari 70 tahun.

Untuk mengurangi reaksi efek samping DEC :

1.       Obat harus diminum sesudah makan

2.       Obat diminum pada malam hari (menjelang tidur)

3.       Pastikan kondisi badan dalam keadaan sehat

” Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati “

——————————————————————-

Tulisan diatas dibuat dikarena berita dibawah ini

Penderita Kaki Gajah di Bekasi Meningkat

Umum / Selasa, 14 Desember 2010 01:04 WIB

Metrotvnews.com, Bekasi: Dinas Kesehatan Kota Bekasi hingga November 2010 menemukan 49 orang penderita penyakit kaki gajah. Mereka ditemukan dengan kondisi yang sudah memprihatinkan dan sebagian besar dalam kondisi cacat permanen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr Retni Yonti di Bekasi, Senin (12/12), mengatakan penderita cacat akibat kaki gajah itu sulit disembuhkan. Pengobatan dilakukan untuk mencegah meluasnya tingkat kecacatan serta mematikan virus dengan vektor penyebab dari nyamuk tersebut.

“Petugas yang kita siagakan termasuk dari Puskesmas menemukan tambahan penderita baru pada 2010. Meski pemberian obat-obatan mencegah penyakit tersebut telah dilakukan tapi masih ada yang tertular,” ujarnya.

Untuk 2010, pihaknya akan terus melakukan pengobatan terhadap penderita. Selain iyu dilakukan pencegahan dengan mendistribusikan ke tempat-tempat yang potensial berkembangnya penyakit tersebut seperti di lingkungan dengan sanitasi jelek.

Bagi penderita kaki gajah yang sudah masuk kategori cacat permanen ia mempersilahkan dilakukan amputasi tapi Dinkes tidak menyediakan tangan ataupun kaki palsu untuk menunjang mobilitas mereka.

“Kita tidak ada alokasikan dana APBD untuk kebutuhan tersebut. Warga yang mau diamputasi silahkan tanggulangi sendiri biayanya,” ujar Retni.

Adanya temuan 49 kasus kaki gajah tersebut belum akan menjadi dasar bagi pemerintah kota (pemkot) untuk menetapkan kejadian luar biasa (KLB) kecuali sudah ada 100 kasus temuan.

Pihaknya pada Juni 2010 telah memberlakukan pengobatan massal kaki gajah di 44 kelurahan se Kota Bekasi dari 56 kelurahan yang ada.

Selain itu, ujar alumnus kedokteran Universitas Andalas Padang itu, telah dilakukan pendekatan temuan kasus dan sosialisasi ke masyarakat untuk penanggulangan penyakit tersebut.

Bahkan, penerapan kewaspadaan dini rumah sakit dalam mencegah serta mengobati penyakit kaki gajah tersebut sudah dilakukan termasuk di Puskesmas.(Ant/*)

  1. Anonim / Mar 26 2012 12:19 pm

    dietilkarbamasin termasuk golongan obat apa???

    Suka

    • kazekane / Mar 26 2012 2:38 pm

      Maaf saya kurang begitu paham dengan maksud golongan, DEC berbentuk tablet via oral.

      Suka

Trackbacks

  1. Penyakit Kaki Gajah | Komunitas Blogger Bekasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: