Skip to content
Januari 23, 2011 / kazekane

Arus Liar


Sabtu, 27 November 2010 berkumpul di depan pabrik jam set 7 pagi, rencana hari ini adalah menuju Sukabumi tepatnya Pelabuhan Ratu. Semua orang bersemangat sekali untuk menikmati Arus Liar Sungai Citarik.

Yap..kita semua akan melakukan Rafting di Sungai Citarik, perjalanan berjalan lancar sampai akhirnya menemui kemacetan setelah bogor. Berdasarkan pengalaman teman untuk menghindari kemacetan di depan pasar, akhirnya kita meminta supir untuk belok ke jalan tikus* (red *kecil).
Jalannya bagus walaupun kecil dan sempit, hambatan berikutnya ternyata dari kondisi bus yang kami tumpangi, ternyata kondisinya kurang baik sehingga agak mengeden ketika melalui tanjakkan. Kontur jalan Sukabumi – Pelabuhan Ratu memang banyak kelokan dan tanjakkan, akhirnya bus harus berhenti sampai 3 kali dan kitapun harus turun untuk mengurangi beban bus. Atmosfir Rafting sudah bergejolak sehingga para kru pun tidak terlalu memperdulikan hambatan ini, bahkan tertawa-tawa dengan guyonan yang dilontarkan.

Jam 10:30 sampai di lokasi Arus Liar, berkumpul di lounge untuk kembali mendata peserta dan meminum wellcome drink. Jam 11:00 kami menuju dock untuk memakai helm, rompi pelampung dan memilih dayung. Tidak lupa untuk foto bersama sebelum kondisi kami basah kuyup, dilanjutkan dengan briefing oleh instruktur untuk mengerti istilah-istilah yang akan digunakan pada saat Rafting.
Kabar baiknya debit air sedang bagus sehingga kami punya kesempatan untuk sampai hilir sungai, perahu berisi 4/5 orang peserta dan 2 instruktur. Kami menggunakan 4 buah perahu yang bergerak susul menyusul.


Setelah 4 Km pertama, perahu berhenti untuk istirahat, kami disuguhkan buah kelapa muda, segar sekali. Belum ada yang terjatuh dari perahu, jeramnya memang tidak terlalu dalam, 8 Km berikutnya baru menampilkan jeram yang cukup mendebarkan.
Korban pertama terjadi ketika belokan, kru depan loncat dari perahu dengan gaya terjun bebas. Korban kedua dikarenakan jeram yang dalam sehingga perahu terangkat keatas, kru yang belakang terjatuh. Korban ketiga terjadi karena perahu menabrak batu besar sehingga perahu menukik ke bawah setelah melewati batu, 2 kru depan jatuh.


Setelah sampai titik terakhir, kami diantar menuju sebuah restoran untuk bersantap siang, cukup menyita energi melakukan Rafting lebih dari 2 jam. Selepas makan dan sambil menunggu bus datang, kami sempatkan untuk jalan-jalan di pantai Pelabuhan Ratu, restoran tersebut memang diseberang pantai.

Tips-tips:

  1. untuk mendapatkan debit air yang tepat, sebaiknya pagi dimulai dengan hujan sedang, Rafting bisa di mulai jam 10/11.
  2. cari helm yang memang pas di kepala, jangan buru-buru, cukup banyak stok helm untuk sahabat blogger coba.
  3. simpan camera/HP anda dalam kotak kedap air, perlu untuk mengabadikan momen di check point dan titik akhir, ingat jangan gunakan plastik anti air, tetap tembus.
  4. duduk pada bagian depan sebelah kanan untuk benar-benar mendapatkan pengalaman utuh dari Rafting dan tentunya wajah sahabat blogger akan terlihat jelas ketika snapshot
  5. posisikan kaki dengan rileks di dalam perahu karena perjalan 12 Km akan membuat kaki sahabat blogger keram
  6. pastikan bawa pakaian ganti walaupun tidak jatuh dari perahu, riak air cukup membasahi seluruh tubuh sahabat blogger.
  7. gunakan sendal gunung/tracker, jangan sendal sepatu ataupun jepit. Ini akan memudahkan sahabat blogger bergerak dalam perahu ataupun ketika jatuh. Kalaupun sahabat blogger tidak bawa, bare foot lebih baik. Banyak juga yang jual kalau sahabat blogger bawa dana lebih.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: